Jumat, 04 Maret 2016

Dulu Vs Sekarang

mungkin udah gak dipungkirin lagi semakin kesini perkembangan zaman semakin modern, apa-apa serba gadget, serba online sehinggga membuat kita gak boleh untuk ketinggalan zaman dan nanti kalau nggak tau apa-apa tentang perkembangan terbaru dikatain "Gak gaul atau Kudet(kurang Update), dan biar kita gak dikatain seperti itu akhirnya membuat kita harus ngikutin banget perkembangan apa-apa saja yang lagi update, nggak usah jauh-jauh deh perkembangan alat komunikasi aja dulu. Dulu alat komunikasi cuma ada telepon kabel, surat-menyurat kirim via kantor pos tapi sekarang udah beragam mulai dari telpon tanpa kabel yang biasa disebut HP (Handphone), surat elektronik atau orang-orang lebih mengenal e-mail. Terus handphone juga ada bermacam-macam jenis merk, bentuk, aplikasi. Handphone sekarang pada umumnya udah ada yang namanya sambungan internet dan pasti sudah ada aplikasi untuk sambungan wifi. Nggak cuma alat komunikasi saja yang semakin berkembang, dulu orang-orang untuk mendapatkan berita hanya bisa lewat mendengar lewat televisi atau radio, atau kalau ketinggalan berita di televisi/radio orang-orang masih dapat membaca di koran yang masih berbentuk lembaran kertas, namun sekarang kita dapat melihat koran dalam bentuk digital, yang bisa kita akses kapanpun dimanapun tanpa harus membawa koran kemana-kemana dan tanpa harus bingung kalau lembarannya ada yang hilang, kita hanya cukup membawa handphone lalu disambungkan ke internet dan tinggal serch deh berita yang kita inginkan. Berita yang didapat dari internet juga gak cuma berita dalam negeri saja, tapi juga berita luar negeri mulai dari berita seputar olahraga, berita terhangat di luar negeri, artis-artis luar negeri dan lain sebagainya.
        Terus juga di internet gak cuma dapat mencari berita, kita juga dapat mencari tentang sejarah kota-kota baik itu di indonesia sampai seluruh dunia, mencari tahu tentang rumus-rumus matematika atau fisika atau mata pelajaran tertentu, mencari informasi seputar fashion, kuliner dan masih banyak lagi, intinya kita dapat mencari informasi atau pengetahuan tentang apa saja sudah semua di sana. Namun sayangnya karena kita dapat mencari informasi tentang apa aja, kita juga dapat dengan mudah mendapat informasi seputar ponorgrafi, dan rata-rata yang mencari informasi seperti itu remaja yang dimana mereka rasa ingin tahu sangat tinggi. Mungkin anak-anak usia SMP atau bahkan anak SD juga sudah pernah mencari hal tersebut, bersama teman-temannya dan bahkan ada yang mencoba mempraktekan ke pada temannya. Sedangkan jaman dulu itu anak-anak SD, SMP bahkan SMA belum begitu ingin tau masalah seputar itu, kalaupun ada paling anak SMA kelas 3. Dan jaman dulu untuk mendapatkan informasi seputar pornografi masih susah karena jika mencari via internet, dulu itu wasilitas internet hanya dapat diakses untuk kalangan terntu alias orang mampu, ataupun kalau bukan dari internet anak-anak jaman dulu dapat dari buku bacaan, selanjutnya diceritakan ke teman-teman lainnya.
         Semakin berkembangnya zaman, semakin banyak orang pintar lalu mereka menciptakan aplikasi di internet yaitu situs sosial media, yang dimana disana kita dapat menjalin hubungan pertemanan dengan orang-orang nun jauh disana. sosial media pertama kali itu friendster, disana kita dapat bertemu dengan teman-teman lama kita sewaktu sekolah dulu, teman-teman baru, mendapatkan informasi baru dari teman-teman melui friendster. Karena makin banyak orang pintar, makin banyak inofasi situs media sosial dan pada akhirnya makin banyak media sosial media seperti fb,tweet, berbagi foto liburan, situs untuk mencari teman kencan, dan banyak lagi. Kalau jaman zamannya friendster kita mendapatkan teman baru isi percakapannya hal-hal ringan seperti tanya nama, hobi, sekolah dimana, tempat dimana, bahkan kalau sudah akrab bisa saling curhat tentang apa aja, terkadang juga ada yang mengajak untuk ketemuan, setelah makan bareng, main bareng, ya masih seputar itu dan masih hal yang wajar. Tapi kalau sekarang kita mendapatkan teman baru di media sosial harus sangat hati-hati karena pada awalnya obrolannya masih dalam tahap yang wajar nanyain hobinya apa, sukannya apa, dkk, setelah itu teman baru ini ngajak ketemuan di suatu tempat lalu malah kita diculik atau yang parahnya lagi di perkosa. Atau terkadang juga di beberapa media sosial yang tanpa harus ada sistem  "Permitaan Pertemanan", disana dengan mudah orang mengajak kita untuk ngobrol, dan obrolannya itu seputar sex tetapi gak semuanya. Ya intinya harus hati-hati di media sosial, dan biasanya orang-orang yang baru pertama ajak kita ngobrol (chit-chat) seputar sex itu orang-orang yang sudah atau sering mendapatkan informasi tentang pornografi baik itu tulisan, gambar, video.
         Miris banget, wong niatkan dibuat situs media sosial itu untuk mendapat menjalin pertemanan, berbagi informasi, berbagi motivasi, tapi kok karena orang-orang gak bertanggung jawab malah menjadikan media sosial cara itu melakukan kejahatan...

Selasa, 07 Juli 2015

Dia

Mungkin semua itu nggak ada yang namanya kebutulan, tapi sudah di takdirkan olehNya untuk ketemu dengan orang yang sama sekali nggak kita duga-duga sebelumnya dan kita juga bisa belajar hal yang baru dari orang tersebut. Sama halnya kayak aku bertemu dengan satu orang ini. Pertama kali ngeliat orang ini saat aku akan pulang, saat yang bersamaan pula dia baru datang. Kesan pertama saat bertemu dia itu seorang yang ramah, pediam, dan nggak tahu kenapa bawaanya itu cool banget. Karena aku buru-buru pulang jadi nggak sempat berkenalan dengannya. Seminggu kemudian aku datang ke tempat itu untuk menghadiri rapat acara ramadhan, disanalah untuk kali kedua aku bertemu dengan dia lagi. Di hari itu lah kita bekernalan, dan aku mulai tahu tentang dia. Setiap minggu pasti kita bertemu untuk rapat mempersiapkan acara ramadhan. Saat rapat minggu ke dua aku baru tahu kalau dia itu baru saja lulus SMA dan lagi nunggu pengumuman SPMB. Dan sekali aku pernah ketemu dia di kampus ku, dia ikutan acaranya anak komunikasi tentang bagaimana pengambilan gambar untuk dijadikan video atau film. Menurutku dia anak yang baru lulus SMA udah ikut serta acaranya anak fakultas komunikasi, itu hal yang jarang banget aku liat apalagi waktu aku SMA dulu nggak terpikirkan untuk ikutan acara-acara kayak gitu dan  biasa anak-anak yang baru SMA lebih memilih buat main sama teman-teman, atau sibuk daftar-daftar ke universitas, atau bahkan nggak bakal kepikiran buat ikutan hal-hal yang kayak gituan. Terus baru-baru aku tahu kalau dia itu memang dari SMA itu udah suka dengan hal-hal yang berbau jurnalistik mulai dari merekam video untuk dijadikan berita. Kalau aku liat dia anak yang mempunyai banyak banget keinginan tapi belum bisa merealisasikan semuanya. Ternyata dia itu juga ikutan beberapa komunitas-komunitas, yang salah satunya komunitas yang aku disana juga.
Semua orang pasti punya kelebihan dan kekurangan nah dia menurutku anak yang bawaanya cool abis, bikin orang yang lihat dia jadi penasaran  dan suka tapi ini bukan menurutku aja loh. Dari semua panitia acara ramadhan dia salah satu panitia yang sering di ledekin dan disenengin tapi bukan pantia aja yang suka, anak-anak kecil juga suka sama dia. Tapi dia itu kekurangan dia itu kalau nggak disuruh ngomong dia nggak bakal berani ngomong, dia itu bawaannya pendiam. Dan yang lebih keren lagi dia ngirimin video rekaman di kirim ke stasiun televisi, lalu videonya dia terpilih untuk di siarkan.
Dari dia aku belajar kalau kita harus punya tujuan apa yang mau, mulai kita masih duduk di bangku sekolah, lalu kita usahakan supaya apa yang kita inginkan terwujud dengan cara belajar dari yang sudah expert dibidangnya

semoga kamu nggak disibukan dengan ikut serta dalam kegiatan komunitas-komunitas, dan tetap menomor satukan pendidikan.

Minggu, 31 Mei 2015

Berharap yang terbaik

 Semenjak mbak ku menikah dengan seseorang yang menurutku nggak sesuai dengan harapan  serta yang diimpikan oleh kedua orangtuaku. Bukannya mau menjelekkan suaminya, tapi memang begitu lah yang terjadi. Iya semenjak itu semua pandangan tentang cowok itu berubah, aku menjadi lebih berhati-hati untuk menjalin hubungan, lebih selektif lagi, lebih untuk nggak terlalu suka banget. Dan semenjak itu juga setiap ketemu sama tante, om, mbah uti selalu di kasih wejangan yang intinya jangan cepet-cepet nikah, kerja dulu aja, entar kalau kamu cepet-cepet nikah kamu malah nggak bisa seneng-seneng dan nikmati masa-masa bebas. Wejangan yang paling sering mbah uti bilangin ke aku itu “nduk kamu habis lulus kuliah jangan langsung nikah ya” kalau udah di bilangin kayak itu aku cuma bisa tersenyum lalu menganggukan kepala yang menandakan jawaban “iya”.
aku sendiri juga nggak menyangka akan berefek sebegitunya sampai keluarga besar aja bilang kayak gitu ke aku, yang nggak kalah seringnya ibu juga selalu ngingetin kalau cari pasangan itu hati-hati jangan karena kamu suka atau cinta terus iya iya aja diajak nikah, karena kalau sudah ke hal yang namanya nikah itu bakal kompleks masalahnya kalau akan pisah dan pula akan membawa-bawa nama keluarga besar. Sampai sekarang saja aku nggak ngerti kenapa mba pingin cepet-cepet nikah dan milih dia untuk menjadi pasangannya, apa itu namanya jodoh? atau itu semua sudah ditakdirkan? tapi bukannya kita bisa mengubah takdir kita sendiri, seperti contoh menghindari terantuk dari batu, atau memilih makanan pedas atau asin agar tidak terkena sakit, semua adalah pilihan dari takdir bukan?
sekarang sih aku cuma bisa berdoa semoga di beri yang terbaik aja buat mba ku ini.

Sabtu, 27 Desember 2014

Pesan Ibu 。◕‿◕。

           Ibu selalu berpesan kepada anak-anaknya untuk tidak terlalu cepat untuk menikah. kalau kamu sudah menikah nanti kamu akan dipenuhi dengan berbagai tanggung jawab sehingga kamu enggak punya waktu untuk diri sendiri karena kamu sudah harus membagi- bagi waktu untuk semuanya. "Jadi besok kalau sudah lulus kuliah, cari kerjaan terus bahagian diri mu dengan berbagai kegiatan yang kamu inginkan dan jangan mikirin untuk cepet-cepet menikah, kayak ibu ini sudah pernah ngerasain gimana dunia kerja, gimana bisa pergi dengan bebas sama teman-teman tanpa harus mikirin rumah terlebih suami" ucap ibu. Dan aku cuma bisa jawab "iya bu, aku nggak akan cepet-cepet pingin nikah toh aku yo masih pingin kerja terus pergi jalan-jalan". "iya gitu, jangan kayak mbamu yang pingin cepet-cepet nikah jadi kayak gitu kan?" tambah ibu lagi. "iya bu, aku juga nggak pingin kayak gitu. aku pingin pas nikah itu bahagia, nggak tertekan kayak mba" jawabku kembali.
Aku juga nggak habis pikir kenapa mba begitu pingin cepet-cepet nikah, padahal ibu sama bapak ya nggak menyuruh mba buat cepet-cepet nikah, tapi entah lah mungkin karena niat awalnya mba mau mengurangi beban ibu sama bapak. Tapi ternyata setelah menikah justru kebalikannya, mba jadi nambahin beban ibu sama bapak dan suami mba juga belum dapat pekerjaan tetap sehinggan suami mba masih minta uang buat nambahin biaya keperluan rumah tangganya walau minta uangnya ke orang tua suami mba. serta ditambah lagi suami mba meneruskan kuliah dan nggak bisa bagi waktu saat mengerjakan tugas kuliah, waktu untuk kuliah, waktu untuk keluarga sehingga semuanya jadi berantakan mba dan suaminya suka berantem. Lalu suami mba juga terlalu memetingkan kepentingan dirinya sendiri, sehingga semua pekerjaan rumah kayak beresin rumah, masak buat sarapan, cuci piring,dan lain sebagainnya mba yang ngerjain terlebih sekarang mba punya anak sampai yang ngurus anak itu mba. Suami mba itu terlalu apatis, dan nggak mikirin gimana perasaan mba. Lalu mba juga nggak nurut-nurut aja sama suaminya, iya sih seorang istri itu harus nurut sama suaminya, tapi kan kayak gitu juga. Terus yang lebih parahnya lagi mba terlalu manjain suaminya, kalau suami dinasehatin sama ibu atau disalahani sama adek dan suaminya mba nggak terima pasti suami mba bakal ngadu ke mba. Aku aja kalau kayak gitu, pasti nggak tahan dan mending tinggal pergi aja. Itu belum seberapa, yang lebih parah lagi saat kita kumpul keluarga besar di yogja lalu diminta untuk menginep dua malam, suami mba nggak mau dan minta pulang aja padahal anaknya lagi seneng-senengnya buat kumpul sama saudara-saudara jauhnya. Sampai di nasehatin ibu sama bapak aja, suami mba jawabnya senggak, angkuh, sok. Jadi tante, om , mbah, kesel dan marah sama suami mba. Padahal juga mba juga masih pingin kumpul sama saudara-saudara, tapi suami mba tetep aja minta pulang.
Gara- gara itu, keluarga besar pada nggak seneng sama suami mba yang angkuh, sombong, egois, nggak ada penilaian positif-positif di mata keluarga.
"Lul, kamu denger omongan ibu tadi kan?" ucapan ibu mengagetkan ku "aaaaa, iya bu aku denger kok" jawab ku dengan setengah kaget. "Pesan ibu bakal aku inget terus, aku nggak akan cepet-cepet nikah, dan aku juga akan berhati- hati dalam memilih pendamping seumur hidupku, imamku dan aku nggak mau kayak mbaku" ucapku dalam hati.


Jumat, 18 Juli 2014

Temanku yang istimewa

Semua orang terlahir didunia dengan sifat dan sikap yang berbeda-beda, sama hal dengan temanku yang satu ini. Dia seseorang yang berbeda dari kebanyakan orang yang pernah aku temui, bahkan saat orang lain bertemu dengan dia pun pasti akan bilang hal yang sama. Dia orang yang aku lihat pertama kali datang kekampus bersama ibunya saat kumpul mengerjakan tugas ospek di kampus dan aku langsung mengatakan “pasti aku akan berteman dengannya” dalam hati. Walaupun aku hanya melihatnya dari kejauhan namun entah kenapa aku sangat yakin aku dan dia akan berteman.
Saat ospek berlangsung hari pertama, dia datang dengan apa adanya dia yang mungkin orang lain melihat dia, gak percaya kalau dia kuliah disalah satu universitas di solo dan mengambil jurusan psikologi. Aku saja yang pertama kali melihat dia saat kumpul dikampus untuk mengerjakan tugas ospek saja setengah gak percaya. Tapi walaupun gitu, aku gak boleh meremehkan kemampuannya dia siapa tahu memang pembawaan dia saja yang seperti itu. Namun saaat waktu istirahat aku sudah tidak melihat dia lagi, menurut kabar yang aku dengar dia sakit dan gak ijinkan untuk mengikuti ospek lagi. Kemudian ospek hari kedua sampai terakhir aku sudah tidak melihat dia lagi untuk mengikuti ospek. Sampai pada akhirnya aku bertemu dia kembali saat akan tes baca al-qur’an didepan parkiran mobil, dia yang masih datang bersama dengan ibunya.
Aku dan teman-teman baruku mengampiri dia yang sedang duduk bersama ibunya tidak jauh dari mobil yang baru saja diparkir. Disanalah aku dan teman-teman baruku berkenalan dengan dia beserta ibunya, saat kami berkenalan satu persatu terlihat dia seperti kesusahan mengulangi nama kami satu persatu serta dengan pandangan yang sedikit berbeda dengan orang-orang pada umumnya. Setelah kami berkenalan dengan dia berserta ibunya, ibunya pun mempercayakan dia ikut dengan kami untuk mengikuti tes baca Al-qur’an di kampus.
Lalu kamipun mencari informasi dimana tes baca Al-qur’an akan dilakukan, untuk itu lah kami putuskan masuk ke dalam dan bertanya-tanya kepada orang-orang yang sedang yang sedang bergerombol. Setelah kami dapat informasi dimana tempat diadakan tes itu, kami pun berjalan menuju ruang itu. Saat jalan menuju kesana, temanku yang bernama meli mengajak dia ngobrol tapi sayang saat diajak ngobrol dia jawabnya lama dan bahkan dia hanya diam saja serta dengan  tatapan mata yang tidak tetap. Kemudian, setelah kami sampai di tempat tes itu kami pun membaca kertas yang ditempel pada pintu dan kami semua ternyata sekelas semua termasuk dia. Nggak lama kami sampai disana, datanglah beberapa ibu-ibu yang sepertinya beliau akan mengetes baca al-qur’an kita semua mahasiswa baru. Kemudian nama kami dipanggil satu persatu berdasarkan urutan nim dan nimku berda diawal jadi aku masuk terlebih dahulu, setelah aku selesai di tes barulah dia masuk ke dalam ruangan. Selama dia didalam ruangan ada teman sekelasku yang namanya dinda, dinda bercerita tentang dia yang gak focus kalau diajak bicara dan dinda juga mengatakan dia seperti orang autis yang pandangannya matanya tidak focus pada orang yang sedang mengajaknya berbicara terus ekspresi wajahnya itu datar kalau diajak berbicara. Nggak lama dinda bercerita panjang lebar, diapun keluar dan berpamitan kepada kita untuk pulang duluan dengan ekspersi wajah yang datar.
dua hari kemudian, ada pengumuman kalau para mahasiswa baru disuruh datang kekampus untuk bertemu dengan pembimbing akademik, saat dikumpulkan perkelas aku kembali gak melihat dia. Sampai pada akhirnya aku melihat saat kuliah hari pertama itupun dia gak kuliah full sesuai jadwal. Dan di kuliah pun sering bolos sampai pada matakuliah hari jum’at aku baru ngeliat dia masuk kuliah, lalu saat istirahat ada beberapa teman-teman cowok dikelasku ngisengin dia buat coba ngerokok, yang padahal dia gak pernah ngerokok, waktu pertama kali menghisap rokok dia udah tersedak dan teman-temanku yang lain malah pada tertawa senang. Saat aku ngeliat itu sama teman-temanku, rasanya aku pingin tarik dia dari keisengan teman-teman cowok sekelasku dan marahin mereka satu persatu. Tapi aku gak bisa, karena aku saat itu aku gak punya keberanian untuk memarahi mereka. Yang aku bisa lakukan hanya melihat dengan rasa kasian.
Keesokan harinya aku sama teman-temanku sepakat kalau begitu istirahat kita langsung ajak dia untuk makan siang bareng agar dia gak diisengin serta diajarin yang nggak-nggaknya. Akhirnya saat istirahat itu kita langsung ngajak dia buat makan di halaman kampus dan ngobrol-ngobrol tentang dia. Dan kebetulan meli saat itu dapat arisan antar anak satu kelas, jadi kita semua dijajani sama meli. Disana kita bercerita banyak, dan tak lupa kita juga menanyakan tentang dia. Saat itu lah dia mulai bercerita dengan sedikit kita paksa, dia itu sebernarnya terkena schizophrenia. Walau sedikit malu-malu dia bercerita asal mula sebelum dia terkena schizophrenia. Berdasarkan ceritanya , dia terkena schizophrenia sebelum ujian SMA. Saat sebelum ujian dia sakit tipes walau sakit tapi dia tetap belajar karena terlalu ngotot buat belajar di keadaan sakit dan akhirnya terkena schizophrenia.
Semenjak kita berlima mengetahui kalau dia terkena schizophrenia, kita mulai peduli dengannya dan sangat menjaga dia gak diisengin dan gak diajarin yang nggak-nggak sama teman-teman cowok kelasku

Jumat, 27 Juni 2014

Main Ke Radya Pustaka


Mengunjung Cagar Budya
Museum Radya Pustaka Surakarta 




Disusun Oleh :
Leli Nurul Ikhsani (F100110005)
Novita Bintaraningtyas (F100110010)
Asyifa Ayu Aksari (F100110026)
Kelas : I 



  
Novita, Leli, Asyifa









   Haiiii, mau sedikit cerita nih tentang pengalaman kita bertiga yang lagi pertama kalinya datang dan masuk ke Museum Radya Pustaka di daerah Jalan Slamet Riyadi, ya ya kita udah sekitar 20tahunan tinggal di karasidenan Surakarta tapi baru sekali itu masuk ke sana padahal sering banget wira wiri di jalanan Slamet Riyadi hehehe maklumlah namanya juga anak muda :p Museum ini sudah berusia hampir 124 tahun yang lalu, udah tua banget ya :D
Yapp pertama kita janjian nih buat langsung ketemu disana, sampai disana beli tiket dulu buat orang sama kamera, murah kok harganya 1 tiket Rp. 5rb trus 1 kamera juga Rp.5rb padahal sebelum kesana salah satu dari kita sempat browsing tentang Museum itu trus harga tiket kamera Rp.2.500 eh baru berapa jam harga udah naik hahaa ya ya masalah harga sih kecil kok buat kita bahkan kalo mau lebih mahal sih gak papa kan juga buat perawatan Museum biar lebih apik lagi gitu :D
Kotak Musik Pemberian Napoleon Bonaparte
Gamelan
      Udah beli tiket, kita langsung masuk nih, di bagian depan ada senjata – senjata jaman dahulu, ada keris – keris terus ada arca – arca Kerajaan, ada juga hiasan piring yang semuanya masih terawat. Ada juga semacam kotak musik pada jaman dahulu pemberian dari Napoleon Bonaparte buat Pakubuwono ke 6. Kemudian masuk ke dalam lagi, ada berbagai macam  peralatan gamelan dan kawan – kawannya. Terus disisi kanan dan kirinya gamelan ada wayang – wayang yang  jumlahnya cukup banyak, dari yang kecil 
Mesin Ketik Huruf Jawa
Pakaian Kebesaran Bupati Keraton Surakarta
sampai yang besar trus dari yang kurus sampai yang gemuk alias raksasa hehee terus ada patung bapak – bapak pakai Pakaian Kebesaran Bupati Keraton Surakarta, Pakaian itu biasa digunakan untuk menyambut tamu besar yang datang ke Keraton Surakarta. Kemudian, ada juga mesin ketik huruf jawa yang ditata di dalam kotak sehingga masih terlihat apik.
Masuk ke dalam lagi, ada beberapa mata uang kuno dari berbagai Negara di Indonesia , ada yang uang kertas ada juga uang logam. Kemudian ada miniatur Keraton Surakarta, miniatur Masjid Agung Demak, dan Miniatur Makam Imogiri.
      Sebenarnya Museumnya sangat nyaman dan bersih, semuanya tertata rapi namun barang – barang yang ada disana tinggal sedikit karena banyak yang hilang dicuri sama orang – orang yang tidak bertanggung jawab dengan benda –benda kuno yang banyak nilainya itu. Kasihan Kasihan Kasihan :’(
       Iya sih, barang – barang peninggalan jama dahulu atau benda-benda kuno kalau dijual harganya sangat mahal tapi walaupun gitu gak semestinya demi uang kita sampai mencuri barang-barang itu untuk di perjual belikan. Semestinya itu, kita menjaga agar peninggalan-peninggalan jaman dahulu supaya kelak anak cucu kita nanti masih bisa melihat barang-barang peninggalan jaman dahulu seperti senjata-senjata, terus keris- keris, gamelan, wayang-wayang, sehabis itu  arca – arca Kerajaan, Pakaian Kebesaran Bupati Keraton Surakarta dan masih banyak lag
      Yah mungkin cukup sekian cerita dari kita tentang perjalanan di Museum yang tercinta ini hehehe ternyata nggak ada ruginya kok main main ke tempat yang bersejarah kayak gitu hehee :p

Rabu, 11 Juni 2014

Flashback

Kamu yang dulu pernah menggisi semua hari-hariku dan kamu orang yang sangat special bagiku. Kini kamu telah pergi jauh tuk melanjutkan pendidikan diperkuliah, sejak itu aku berdoa “semoga kita bisa dipertemukan kembali”.
Setelah kurang lebih empat tahun, aku sudah mulai bisa melupakanmu karena sejak kita mengakhiri hubungan kita dulu aku belum bisa melupakan dan ditambah lagi kamu mendekati sahabatku sendiri. Walaupun sahabatku mengetahui hubunganku dengganmu dulu  tapi tetap saja dia  menyukaimu. Aku gak bisa nyalahin sahabatku, karena yang namanya orang jatuh cinta gak bisa dibuat-buat atau dibohongin. Cinta itu hadir dengan sendirinya, tanpa kita mengetahui kenapa kita bisa jatuh cinta kepada orang itu.
Kamu itu orang yang dengan mudah dapat membuat cewek-cewek dideketmu salah tingkah sendiri dengan caramu memperlakukan dia. Kamu pula seorang cowok yang  dengan mudah membuat cewek nyaman dideketmu. Kamu pula orang yang sangat perhatian dengan orang lain. Kamu, ya kamu dengan apa adanya tanpa menginginkan untuk memamerkan harta orangtuamu. Walau kamu seorang cowok yang berpunya tapi untuk penampilan dan pembawaan kamu itu sederhana serta orang lain yang tidak mengenal kamu pun tidak akan percaya kalau kamu itu orang yang berpunya.
Kamu selalu berusaha untuk tidak mengecewakan orang lain atau teman-temanmu tapi justru hal ini malah kebalikannya. Nggak tahu gimana caramu agar tidak mengecewakan teman-temanmu, tapi yang aku tahu kamu selalu selalu dan selalu berusaha agar tidak mengecewakan teman-temanmu termasuk aku diantaranya.
Kamu orang sangat sabar, dan dapat mengkontrol emosimu sendiri. Walaupun kamu sedang marah semarah-marahnya dengan temanmu tapi kamu masih bisa mengkontrol emosi mu agar orang yang disekitarmu tidak terkena imbas dari kemarahanmu. Aku masih ingat betul saat kamu sedang marah- marahnya dengan temanmu  tapi saat aku bertanya kepada mu, kamu langsung dapat mengubah intonasi suaramu secara lembut yang semula intonasi suaramu sangat keras saat berbicara dengan temanmu. Dan pancaran matamu yang semula terlihat sangat kesal tapi saat aku berbicara padamu pancaran mata itu berubah menjadi pancaran mata sangat tulus.